
TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) adalah komitmen perusahaan untuk memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi lokal. Di Indonesia, TJSL sifatnya wajib, terutama bagi perusahaan yang aktivitasnya berdampak besar pada lingkungan. Oleh karena itu, TJSL tidak dipandang sebagai kegiatan sosial semata, tetapi bagian dari tanggung jawab bisnis yang harus dijalankan secara terarah dan berkelanjutan.
TJSL sendiri wajib dilakukan oleh semua perusahaan perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam, sebagaimana diamanahkan pada UU PT Nomor 40 tahun 2007 pasal 74.
Baca Juga: Perbedaan TJSL dan CSR: Pengertian, Manfaat, dan Alat Ukur
Kemudian, setiap program TJSL di Indonesia biasanya dijalankan dengan empat fokus utama yang saling melengkapi satu sama lain yaitu:
- Pilar Sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar area perusahaan
- Pilar Lingkungan bertujuan untuk bertanggung jawab menjaga dampak operasionalnya terhadap lingkungan
- Pilar Ekonomi fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat
- Pilar Hukum dan Tata Kelola memastikan seluruh program berjalan sesuai aturan, jujur, dan terukur.
4 Contoh Program TJSL Perusahaan
Berikut 4 contoh program yang dapat dilakukan oleh perusahaan:
- Program Pelatihan
Program pelatihan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti pelatihan vokasi, pengembangan soft skill, hingga peningkatan kompetensi kerja. Perusahaan dapat membantu menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap kerja dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan. Sehingga, tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi individu, program pelatihan juga berkontribusi dalam mengurangi tingkat pengangguran dan kesenjangan keterampilan di masyarakat.
Salah satu implementasi program ini juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Eduvokasi juga berpengalaman dalam mendampingi kegiatan TJSL yang mengusung program pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta, seperti Pelatihan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum, Pelatihan (Refreshment) dan Sertifikasi Juru Las. - Program Pengembangan UMK
Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) menjadi salah satu strategi TJSL yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat. Perusahaan dapat memberikan pelatihan manajemen usaha, bantuan modal, pendampingan legalitas, hingga akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.
Program ini selaras dengan Pilar Ekonomi, karena bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat rantai pasok lokal. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, UMK tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan meningkatkan daya saingnya.
Salah satu contoh implementasinya adalah program Gendor Ekspor (Gerakan Dorong Ekspor UMK) yang dijalankan oleh Pelindo. - Program Lingkungan
Program desa binaan berbasis lingkungan mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan pelestarian lingkungan dalam satu pendekatan terpadu. Perusahaan dapat membina desa di sekitar wilayah operasionalnya melalui pengelolaan sampah, penghijauan, peningkatan layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memastikan keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang. Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan program.
Contoh perusahaan yang menjalankan program ini adalah Kimia Farma program Fostered Village. - Program Pelestarian dan Konservasi Lingkungan
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap dampak operasional, perusahaan dapat menjalankan program pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon, rehabilitasi mangrove, konservasi air, pengelolaan sampah terpadu, hingga edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Program ini merupakan implementasi dari Pilar Lingkungan dalam TJSL. Selain meminimalkan dampak negatif aktivitas bisnis, program konservasi juga memperkuat citra perusahaan sebagai entitas yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Beberapa perusahaan yang aktif menjalankan program konservasi lingkungan antara lain Pertamina dan PLN melalui berbagai program penghijauan, konservasi energi, dan pengurangan emisi karbon.
Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, perencanaan dan pelaksanaan program TJSL tentu membutuhkan strategi yang terukur, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Program yang dirancang dengan baik tidak hanya berdampak secara sosial dan lingkungan, tetapi juga memperkuat reputasi serta keberlanjutan bisnis perusahaan dalam jangka panjang.
Dalam hal ini, Eduvokasi dapat menjadi mitra pendamping perusahaan dalam merancang dan mengimplementasikan program TJSL yang akan diselenggarakan, hingga memastikan program berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: Atasi Skill Gap: Sertifikasi Tenaga Kerja Galangan Kapal